BERSYUKUR SETIAP SAAT
Namaku : Mariatul Qibtiyah
No
Pesertaku : 13-101-378
Dari begitu bangun pagi di kamar
lantai atas sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan
terima kasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu
hari? Berapa kali saya berterima kasih dan bersyukur di dalam hati? Berapa kali
saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa 50 sampai
100 kali, bisa jadi lebih, karena tidak saya hitung.
Tidak
praktis kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terima kasih sampai puluhan kali
dalam satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya mudah saja: dengan berterima
kasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan
mencari sisi positif, maka diri kita menjadi semakin positif dalam melihata
segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan ada hitam
setitik di dalam putih bersih.
Dengan
selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita mencetak keyakinan (believe) bahwa
memang benar kita hidup dalam kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari
oleh keyakinan ini, termasuk persepsi diri kita sebagai personifikasi dari sukses. Lantas, sampai kapan perlu
mengucapkan terima kasih dan bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang
Ah, tidak praktis, mungkin ada yang berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk
sukses dalam semalam, namun dengan mengubah mindset (pola pikir) maka
segala factor eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan dating dengan
sendirinya bagaikan arus sungai.
Berterima kasih dan bersyukur toh tidak
memerlukan modal uang maupun sumber daya apapun. Intinya hanya satu, yaitu
kemauan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala” yang anda dapat
dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah dalam
sekejap. Yang jelas, dengan mengicapkan
terima kasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung
saja sudah merupakan jembatan kita ke dalam hati orang itu.
“Terima kasih” tidak pernah ditolak
oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati yang sedikit
lebih lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit yang bisa
membantu kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi, jika
ada keragu-raguan dank e-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur daslam
skala dan frekuansi yang luar biasa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda
untuk menjadi personifikasi dari sukses itu sendiri. Aammiiin …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar